KEWIRAUSAHAAN
A. Pengertian Kewirausahaa
1. Pengertian Wiraswasta
Wiraswasta berasal dari bahasa Sansekerta, terdiri dari tiga suku kata :
“wira“, “swa“, dan “sta“. Wira berarti manusia unggul, teladan, tangguh, berbudi
luhur, berjiwa besar, berani, pahlawan, pionir, pendekar/pejuang kemajuan,
memiliki keagungan watak. Swa berarti sendiri, dan Sta berarti berdiri.
M.J. Jhingan (Astim Riyanto dan Arifah, 2000 : 3), mengungkapkan
bahwa “wiraswasta“ atau “pengusaha“ diambil dari bahasa Perancis entrepreneur
yang pada mulanya berarti pemimpin musik atau pertunjukkan lainnya. Dalam
ilmu ekonomi, seorang pengusaha berarti seorang pemimpin ekonomi yang
memiliki kemampuan untuk mendapatkan peluang secara berhasil
memperkenalkan mata dagangan baru, teknik baru, sumber pemasukan baru, serta
pabrik, peralatan, manajemen, tenaga buruh yang diperlukan dan
mengorganisasikannya ke dalam suatu teknik pengoperasian perusahaan.
Pengertian entrepreneur adalah mereka yang memulai sebuah usaha baru dan
yang berani menanggung segala macam risiko serta mereka yang mendapatkan
keuntungan.
Dapat disimpulkan bahwa istilah wiraswasta dan wirausaha berasal dari
istilah yang sama yaitu entrepreneur. Oleh karena itu, istilah wirausaha dapat
diartikan sebagai manusia unggul yang mampu melakukan kegiatan/pekerjaan
untuk mencapai suatu maksud yang dalam bidang perdagangan/perusahaan
dengan maksud mencari untung, bahkan mampu membantu terutama dalam
menciptakan lapangan kerja bagi orang lain.
2. Pengertian Kewirausahaan
Sebelum mengartikan kewirausahaan terlebih dahulu kita harus memahami arti
dari wirausaha dan wirausahawan. Wirausaha dari segi etimologi berasal dari kata
wira dan usaha. Wira, berarti pejuang, pahlawan, manusia unggul, teladan,
berbudi luhur, gagah berani dan berwatak agung. Usaha, berarti perbuatan amal,
berbuat sesuatu.
Wirausahawan menurut Joseph Schumpeter (1934) adalah
seorang inovator yang mengimplementasikan perubahan-perubahan di dalam
pasar melalui kombinasi-kombinasi baru.
Kewirausahaan adalah suatu nilai yang diwujudkan dalam perilaku yang
dijadikan dasar sumber daya, tenaga penggerak, tujuan, siasat, kiat, proses dan
hasil bisnis (Achmad Sanusi, 1994).
Kewirausahaan adalah suatu proses penerapan kreativitas dan inovasi dalam
memecahkan persoalan dan menemukan peluang untuk memperbaiki
kehidupan. (Zimmerer, 1996).
Kewirausahaan adalah suatu kemampuan (ability) dalam berfikir kreatif dan
berperilaku inovatif yang dijadikan dasar, sumber daya, tenaga penggerak
tujuan, siasat kiat dan proses dalam menghadapi tantangan hidup. (Soeparman
Spemahamidjaja, 1977).
Dari berbagai pendapat para ahli di atas, maka dapat disarikan bahwa
pengertian kewirausahaan adalah sebuah proses mengkreasikan dengan
menambahkan nilai sesuatu yang dicapai melalui usaha keras dan waktu yang
tepat dengan memperkirakan dana pendukung, fisik, resiko sosial, dan akan
menerima reward berupa keuangan dan kepuasan serta kemandirian personal.
B. Ciri-ciri Jiwa Wirausaha
- Mempunyai Keberanian dan Daya Kreasi yang Tinggi Pebisnis yang sukses adalah seseorang yang memiliki keberanian yang tinggi untuk berkreasi. Karena memiliki kreativitas saja tidak cukup untuk menuju kesuksesan berbisnis.
- Mempunyai Semangat Tinggi dan Kemauan Keras Tidak hanya daya kreativitas saja, seorang wirausahawan yang ingin membangun bisnis harus memiliki semangat tinggi dan kemauan keras. Tujuannya adalah untuk menumbuhkan rasa percaya diri bahwa apa yang akan dikerjakan akan membawa pada keberhasilan.
- Mempunyai Daya Analisis yang Baik Seorang wirausaha harus memiliki daya analisis terhadap apa yang sedang dikerjakannya. Misal saja memperhitungkan untung rugi, persaingan, nilai jual barang atau jasa dan kemampuan analisis pasar lainnya.
- Berjiwa Pemimpin dan Tidak Berperilaku Konsumtif Pebisnis harus memiliki jiwa kepemimpinan, baik untuk dirinya sendiri maupun bawahannya. Dalam artian mampu memimpin atau mengendalikan dirinya sendiri dan anggotanya dalam pengambilan keputusan.
- Membuat Keputusan dan Melaksanakannya Pebisnis yang hebat adalah yang mampu membuat keputusan dengan cepat dan tepat untuk menghasilkan sesuatu.
- Memiliki Pengabdian yang Besar Terhadap Bisnisnya Jiwa wirausaha dimiliki oleh seseorang yang bisa mengabdikan diriya terhadap pekerjaannya. Pebisnis yang sedang memulai bisnisnya harus mengesampingkan kepentingan-kepentingan yang bisa ditunda demi pekerjaanya.
C. Perkembangan Wirausaha
Istilah “entrepreneur” lahir di dunia Barat, yang menurut sejarah awalnya
dipergunakan oleh Richard Cantillon tahun 1755. Entrepreneur diartikan sebagai
membeli jasa-jasa faktor produksi dengan harga tertentu, dengan suatu pengertian
untuk menjual hasilnya tersebut dengan harga-harga yang tidak pasti di masa yang
akan datang. Oleh karena itu, entrepreneur dinyatakan dengan suatu fungsi pokok
yang unik : penanggung risiko tanpa jaminan.
Di Indonesia setelah seminar Strategi Pembangunan Pengusaha Swasta
Nasional dalam tahun 1975, maka istilah wiraswasta untuk pertama kalinya
diperkenalkan oleh Suparman Sumahamijaya kepada masyarakat. Setelah itu
dengan adanya Lokakarya Sistem Pendidikan dan Pengembangan
Kewiraswastaan, maka istilah wiraswasta (entrepreneur) atau kewirswastaan
(entrepreneurship) semakin luas beredar. Hal ini setelah melalui perjalanan yang
cukup panjang sejak tahun 1967 masih digunakan istilah entrepreneur.
Pada dasarnya di alam pembangunan sekarang ini, semua orang warga
Indonesia dituntut untuk memiliki jiwa kewirausahaan. Sebenarnya kita semua
merupakan wirausaha yang baik dalam arti mampu berdiri sendiri dalam
menjalankan usahanya, pekerjaannya guna mencapai tujuan pribadinya,
keluarganya, masyarakat, bangsa dan negara. Oleh karena itu, seorang wirausaha
yang berhasil harus memiliki jiwa semangat kewirausahaan berdasarkan normanorma yang sudah ditentukan.
D. Tujuan Berwirausaha
Seorang yang berwirausaha pasti punya tujuan tertentu yang ingin dicapai. Selain
melakukannya untuk diri sendiri, seorang wirausahawan juga melakukan kegiatan
wirausaha untuk kepentingan orang lain.
Berikut ini adalah beberapa tujuan seseorang berwirausaha:
- Membuka lapangan pekerjaan baru bagi orang lain dan membantu mereka untuk menjadi pengusaha mandiri.
- Menciptakan jaringan bisnis yang baru yang dapat menyerap banyak tenaga kerja di sekitarnya.
- Meningkatkan kesejahteraan hidupnya dan juga masyarakat di sekitar usaha yang dijalankan dengan membuka lapangan kerja.
- Menularkan dan mengembangkan semangat berwirausaha kepada orang lain.
- Membantu para pengusaha muda untuk berkreasi dan berinovasi.
- Membangun bisnis yang besar berawal dari bisnis yang kecil. Bisnis tidak melulu harus dengan modal materi yang besar namun juga disertai dengan modal moril yang tinggi.
Kesimpulan
Dilihat dari materi diatas, dapat disimpulkan bahwa istilah wiraswasta dan wirausaha berasal dari istilah yang sama yaitu entrepreneur. Oleh karena itu, istilah wirausaha dapat diartikan sebagai manusia unggul yang mampu melakukan kegiatan/pekerjaan untuk mencapai suatu maksud yang dalam bidang perdagangan/perusahaan dengan maksud mencari untung, bahkan mampu membantu terutama dalam menciptakan lapangan kerja bagi orang lain.
Pada dasarnya diera sekarang ini, semua orang warga dituntut untuk memiliki jiwa kewirausahaan. Seorang yang berwirausaha pasti punya tujuan tertentu yang ingin dicapai. Selain melakukannya untuk diri sendiri, seorang wirausahawan juga melakukan kegiatan wirausaha untuk kepentingan orang lain.
Daftar Pustaka
II, BAB, and PEMBAHASAN UMUM. "A. Wirausaha 1. Pengertian Wirausaha."
Purnomo, Agung. "Pengertian Edupreneur." Binus. Ac. Id (2017): 3-4.
http://file.upi.edu/Direktori/FPTK/JUR._PEND._KESEJAHTERAAN_KELUARGA/196507081991032-YOY II, BAB, and PEMBAHASAN UMUM. "A. Wirausaha 1. Pengertian Wirausaha." OH_JUBAEDAH/Materi_Perkuliahan_Kewirausahaan.pdf





Tidak ada komentar:
Posting Komentar