Sabtu, 23 Desember 2023

KEWIRAUSAHAAN




A. Pengertian Kewirausahaa

1. Pengertian Wiraswasta



Wiraswasta berasal dari bahasa Sansekerta, terdiri dari tiga suku kata : “wira“, “swa“, dan “sta“. Wira berarti manusia unggul, teladan, tangguh, berbudi luhur, berjiwa besar, berani, pahlawan, pionir, pendekar/pejuang kemajuan, memiliki keagungan watak. Swa berarti sendiri, dan Sta berarti berdiri.

M.J. Jhingan (Astim Riyanto dan Arifah, 2000 : 3), mengungkapkan bahwa “wiraswasta“ atau “pengusaha“ diambil dari bahasa Perancis entrepreneur yang pada mulanya berarti pemimpin musik atau pertunjukkan lainnya. Dalam ilmu ekonomi, seorang pengusaha berarti seorang pemimpin ekonomi yang memiliki kemampuan untuk mendapatkan peluang secara berhasil memperkenalkan mata dagangan baru, teknik baru, sumber pemasukan baru, serta pabrik, peralatan, manajemen, tenaga buruh yang diperlukan dan mengorganisasikannya ke dalam suatu teknik pengoperasian perusahaan. Pengertian entrepreneur adalah mereka yang memulai sebuah usaha baru dan yang berani menanggung segala macam risiko serta mereka yang mendapatkan keuntungan.

Dapat disimpulkan bahwa istilah wiraswasta dan wirausaha berasal dari istilah yang sama yaitu entrepreneur. Oleh karena itu, istilah wirausaha dapat diartikan sebagai manusia unggul yang mampu melakukan kegiatan/pekerjaan untuk mencapai suatu maksud yang dalam bidang perdagangan/perusahaan dengan maksud mencari untung, bahkan mampu membantu terutama dalam menciptakan lapangan kerja bagi orang lain.

2. Pengertian Kewirausahaan

Sebelum mengartikan kewirausahaan terlebih dahulu kita harus memahami arti dari wirausaha dan wirausahawan. Wirausaha dari segi etimologi berasal dari kata wira dan usaha. Wira, berarti pejuang, pahlawan, manusia unggul, teladan, berbudi luhur, gagah berani dan berwatak agung. Usaha, berarti perbuatan amal, berbuat sesuatu. 



Wirausahawan menurut Joseph Schumpeter (1934) adalah seorang inovator yang mengimplementasikan perubahan-perubahan di dalam pasar melalui kombinasi-kombinasi baru. 

Kewirausahaan adalah suatu nilai yang diwujudkan dalam perilaku yang dijadikan dasar sumber daya, tenaga penggerak, tujuan, siasat, kiat, proses dan hasil bisnis (Achmad Sanusi, 1994). 

Kewirausahaan adalah suatu proses penerapan kreativitas dan inovasi dalam memecahkan persoalan dan menemukan peluang untuk memperbaiki kehidupan. (Zimmerer, 1996).

Kewirausahaan adalah suatu kemampuan (ability) dalam berfikir kreatif dan berperilaku inovatif yang dijadikan dasar, sumber daya, tenaga penggerak tujuan, siasat kiat dan proses dalam menghadapi tantangan hidup. (Soeparman Spemahamidjaja, 1977).

Dari berbagai pendapat para ahli di atas, maka dapat disarikan bahwa pengertian kewirausahaan adalah sebuah proses mengkreasikan dengan menambahkan nilai sesuatu yang dicapai melalui usaha keras dan waktu yang tepat dengan memperkirakan dana pendukung, fisik, resiko sosial, dan akan menerima reward berupa keuangan dan kepuasan serta kemandirian personal.

B. Ciri-ciri Jiwa Wirausaha

  1. Mempunyai Keberanian dan Daya Kreasi yang Tinggi Pebisnis yang sukses adalah seseorang yang memiliki keberanian yang tinggi untuk berkreasi. Karena memiliki kreativitas saja tidak cukup untuk menuju kesuksesan berbisnis.
  2. Mempunyai Semangat Tinggi dan Kemauan Keras Tidak hanya daya kreativitas saja, seorang wirausahawan yang ingin membangun bisnis harus memiliki semangat tinggi dan kemauan keras. Tujuannya adalah untuk menumbuhkan rasa percaya diri bahwa apa yang akan dikerjakan akan membawa pada keberhasilan. 
  3. Mempunyai Daya Analisis yang Baik Seorang wirausaha harus memiliki daya analisis terhadap apa yang sedang dikerjakannya. Misal saja memperhitungkan untung rugi, persaingan, nilai jual barang atau jasa dan kemampuan analisis pasar lainnya.
  4. Berjiwa Pemimpin dan Tidak Berperilaku Konsumtif Pebisnis harus memiliki jiwa kepemimpinan, baik untuk dirinya sendiri maupun bawahannya. Dalam artian mampu memimpin atau mengendalikan dirinya sendiri dan anggotanya dalam pengambilan keputusan.
  5. Membuat Keputusan dan Melaksanakannya Pebisnis yang hebat adalah yang mampu membuat keputusan dengan cepat dan tepat untuk menghasilkan sesuatu.
  6. Memiliki Pengabdian yang Besar Terhadap Bisnisnya Jiwa wirausaha dimiliki oleh seseorang yang bisa mengabdikan diriya terhadap pekerjaannya. Pebisnis yang sedang memulai bisnisnya harus mengesampingkan kepentingan-kepentingan yang bisa ditunda demi pekerjaanya. 

C. Perkembangan Wirausaha



Istilah “entrepreneur” lahir di dunia Barat, yang menurut sejarah awalnya dipergunakan oleh Richard Cantillon tahun 1755. Entrepreneur diartikan sebagai membeli jasa-jasa faktor produksi dengan harga tertentu, dengan suatu pengertian untuk menjual hasilnya tersebut dengan harga-harga yang tidak pasti di masa yang akan datang. Oleh karena itu, entrepreneur dinyatakan dengan suatu fungsi pokok yang unik : penanggung risiko tanpa jaminan. 

Di Indonesia setelah seminar Strategi Pembangunan Pengusaha Swasta Nasional dalam tahun 1975, maka istilah wiraswasta untuk pertama kalinya diperkenalkan oleh Suparman Sumahamijaya kepada masyarakat. Setelah itu dengan adanya Lokakarya Sistem Pendidikan dan Pengembangan Kewiraswastaan, maka istilah wiraswasta (entrepreneur) atau kewirswastaan (entrepreneurship) semakin luas beredar. Hal ini setelah melalui perjalanan yang cukup panjang sejak tahun 1967 masih digunakan istilah entrepreneur.

Pada dasarnya di alam pembangunan sekarang ini, semua orang warga Indonesia dituntut untuk memiliki jiwa kewirausahaan. Sebenarnya kita semua merupakan wirausaha yang baik dalam arti mampu berdiri sendiri dalam menjalankan usahanya, pekerjaannya guna mencapai tujuan pribadinya, keluarganya, masyarakat, bangsa dan negara. Oleh karena itu, seorang wirausaha yang berhasil harus memiliki jiwa semangat kewirausahaan berdasarkan normanorma yang sudah ditentukan.

D. Tujuan Berwirausaha



Seorang yang berwirausaha pasti punya tujuan tertentu yang ingin dicapai. Selain melakukannya untuk diri sendiri, seorang wirausahawan juga melakukan kegiatan wirausaha untuk kepentingan orang lain. Berikut ini adalah beberapa tujuan seseorang berwirausaha: 
  1. Membuka lapangan pekerjaan baru bagi orang lain dan membantu mereka untuk menjadi pengusaha mandiri. 
  2. Menciptakan jaringan bisnis yang baru yang dapat menyerap banyak tenaga kerja di sekitarnya. 
  3. Meningkatkan kesejahteraan hidupnya dan juga masyarakat di sekitar usaha yang dijalankan dengan membuka lapangan kerja. 
  4. Menularkan dan mengembangkan semangat berwirausaha kepada orang lain.  
  5. Membantu para pengusaha muda untuk berkreasi dan berinovasi. 
  6. Membangun bisnis yang besar berawal dari bisnis yang kecil. Bisnis tidak melulu harus dengan modal materi yang besar namun juga disertai dengan modal moril yang tinggi.

Kesimpulan 

Dilihat dari materi diatas, dapat disimpulkan bahwa istilah wiraswasta dan wirausaha berasal dari istilah yang sama yaitu entrepreneur. Oleh karena itu, istilah wirausaha dapat diartikan sebagai manusia unggul yang mampu melakukan kegiatan/pekerjaan untuk mencapai suatu maksud yang dalam bidang perdagangan/perusahaan dengan maksud mencari untung, bahkan mampu membantu terutama dalam menciptakan lapangan kerja bagi orang lain. 

Pada dasarnya diera sekarang ini, semua orang warga dituntut untuk memiliki jiwa kewirausahaan. Seorang yang berwirausaha pasti punya tujuan tertentu yang ingin dicapai. Selain melakukannya untuk diri sendiri, seorang wirausahawan juga melakukan kegiatan wirausaha untuk kepentingan orang lain.

Daftar Pustaka


II, BAB, and PEMBAHASAN UMUM. "A. Wirausaha 1. Pengertian Wirausaha."

Purnomo, Agung. "Pengertian Edupreneur." Binus. Ac. Id (2017): 3-4.


 





Minggu, 29 Oktober 2023

LAPORAN KEGIATAN WIRAUSAHA

 


A. DESKRIPSI

        Bento cake adalah jenis kue yang sangat populer di Korea Selatan.  Dibuat dengan cetakan khusus yang memberikan bentuk dan desain yang unik. 

        Bento cake atau yang sering disebut juga lunch box cake merupakan kue tart yang berukuran mini yang dilapisi oleh krim dengan desain yang cantik. Bento cake ini juga bisa dijadikan sebagai kue ulang tahun yang kekinian ala anak muda.

        Selain bento cake, kami juga menyediakan cake lain seperti cupcake.  Kenapa disebut cupcake? Karena kue ini dibuat dengan beralaskan cup, sehingga memudahkan kita untuk memakannya. Sama halnya dengan bento cake, cupcake ini juga dilapisi dengan krim dan berbagai hiasan yang cantik hingga membuat kita sayang untuk memakannya. Cake aja sayang, apalagi kamu hehe. 

Mau cobain bento cake gak usah jauh-jauh ke Korsel. Cukup di @tuku_kue aja. Ayo tunggu apalagi?

B. KELEBIHAN 

Produk yang kami jual ini memiliki beberapa kelebihan diantaranya :

  1. Harga terjangkau
  2. Dibuat dengan hati yang tulus dan tanpa pengawet makanan.
  3. Memiliki tekstur yang lembut
  4. Bisa custom desain yang disukai
  5. Memberikan layanan yang responsif

C. KELEMAHAN

Dimana ada kelebihan pasti ada kelemahan, produk yang kami jual juga memiliki kelemahan yakni :
  1. Tidak tahan lama, hanya tahan 3 sampai 7 hari tergantung proses pembutannya. Jika pembuatannya dikukus makan kue ini akan tahan sampai 3 hari, sedangkan jika pembuatannya dipanggang maka akan tahan sampai 7 harian.
  2. Banyak pesaing yang mempunyai bisnis atau usaha yang sama
  3. Tidak setiap saat orang memesan kue ini. Karena terkadang Bento Cake ini dipesan dihari yang mungkin spesial bagi mereka. Sedangkan jika Cupcake bisa setaip saat, karena harganya yang murah.

D. STRATEGI PEMASARAN

    Target pasar dari Bento Cake dan Cupcake ini sebenarnya adalah semua kalangan. Namun, karena banyak anak muda yang memang menyukai bento cake ini, maka harga juga disesuaikan dengan kantong anak muda. Di jaman sekarang juga, alih-alih membeli kue ulang tahun anak muda malah gemar membeli kue yang satu ini untuk ultah sang pacar ataupun teman, yang tentunya harganya yang murah tapi rasa dan kualitas tidak murahan.

    Selain itu, kami juga telah memasarkan Bento Cake ini memalui akun instragram kami yaitu @tuku_ku dan story WhatsApp juga. Tetapi, kalo untuk Cupcake kami menitipkan pada toko-toko dengan mematok harga yang kita mau nantinya. 



















E. TANTANGAN

       Dalam menjalankan bisnis ini tentunya terdapat tantangan tersendiri, seperti menghadapi pelanggan yang seenaknya sendiri, terkadang ada juga pelanggan yang kurang puas dengan desain yang kita buat, selain itu kami juga belum mempunyai karyawan yang bisa membantu dalam membuat kue ini. 






Minggu, 15 Oktober 2023

 KEUNTUNGAN DAN KERUGIAN WIRAUSAHA

A. Pengertian Wirausaha

    Wirausaha berasal dari kata wira dan usaha. Wira, berarti pejuang, pahlawan, manusia unggul, teladan, berbudi luhur, gagah dan berani dan berwatak agung. Sedangkan usaha, berarti perbuatan amal, bekerja, berbuat sesuatu. Jadi, wirausaha adalah pejuang atau pahlawan yang berbuat sesuatu, ini baru dari segi etimologi.

    Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) wirausaha adalah orang yang pandai atau berbakat mengenali produk baru, menyusun operasi untuk mengadakan produk baru, mengatur permodalan operasinya serta memasarkannya. 

    Menurut Basrowi wirausaha adalah orang yang mendobrak sistem ekonomi yang ada dengan memperkenalkan barang dan jasa yang baru dengan menciptakan bentuk organisasi baru atau mengolah bahan baru.

    Menurut Meridth, sebagaimana yang dikutip oleh Yuyus Sunarya, dan Kartib Bayu mengatakan bahwa wirausaha adalah orang yang mempunyai kemampuan melihat dan menilai kesempatan usaha mengumpulkan serta sumber daya yang dibutuhkan guna mengambil keuntungan daripadanya dan mengambil tindakan yang tepat guna memastikan kesuksesan. 

    Dari segi karakteristik perilaku, wirausaha adalah mereka yang mendirikan, mengelola, mengembangkan, dan membanggakan perusahaan miliknya sendiri. Definisi mengandung asumsi bangsa bahwa setiap orang yang mempunyai kemampuan normal, dapat menjadi wirausaha asal mau dan mempunyai kesempatan untuk belajar dan berusaha.

    Dilihat dari definisi diatas, menurut saya wirausaha adalah sesorang yang memiliki kemampuan atau bakat terkait pemasaran sebuah produk, yang dimana dari produk tersebut nantinya memperoleh modal. 

B. Keuntungan Wirausaha



    Dalam kegiatan berwirausaha banyak sekali keuntungan yang akan didapat, sebagaimana telah dikemukakan pada bagian konsep dasar kewirausahaan bahwa seorang wirausaha dapat berperan sebagai penyelamat bisnis negara atau menjadi orang yang dapat memberikan peluang pekerjaan kepada orang lain. Jika dikaitkan dengan kajian potensi diri dan bakat serta minat seseorang maka keuntungan dalam berwirausaha adalah sebagai sarana dalam mengaktualisasikan kemampuan diri untuk mendapatkan kepuasan dan rasa penghargaan kepada diri sendiri tanpa tekanan dari orang lain dalam melakukan suatu pekerjaan. 

    Beberapa   ahli   mengemukakan   keuntungan   dari   melakukan   kegiatan   wirausaha. Berikut kajian mengenai keuntungan dalam berwirausaha dikemukakan oleh Longenecker,dkk (2001), adalah sebagai berikut :

  1. Imbalan   berupa   laba.   Bebas   dari   batasan   gaji   standar   untuk   pekerjaan distandardisasikan. Wirausaha mengharap hasil yang tidak hanya mengganti kerugianwaktu dan uang yang mereka investasikan, tapi juga memberikan imbalan yang pantasbagi   risiko   dan   inisiatif   yang   mereka   ambil   dalam   mengoperasikan   bisnismerekasendiri. Tidaklah mengejutkan imbalan berupa laba adalah motivasi yang lebih kuatdari wirausaha tertentu.
  2. Imbalan berupa kebebasan. Bebas dari pengawasan dan aturan birokrasi organisasi,Kebebasan untuk menjalankan secara bebas perusahaannya merupakan imbalan laindari   seorang   wirausaha.   Kenyataannya   banyak   wirausaha   tidak   mengutamakanfleksibelitas   di   satu   sisi   saja.  Akan  tetapi,   wirausaha   pada   umumnya   menghargaikebebasan yang ada dalam karir kewirausahaan. Mereka dapat mengerjakan urusanmereka dengan cara sendiri. 
  3. Imbalan   berupa   kebebasan   menjalani   hidup.   Bebas   dari   rutinitas,   kebosana   danpekerjaan yang tidak menantang. Wirausaha sering kali menyatakan kepuasan yangmereka   dapatkan   dalam   menjalankan   bisnisnya   sendiri.   Kenikmatan   yang   merekadapatkan   mungkin   berasal   dari   kebebasan   mereka,   tapi   pada   kenikmatan   tersebutmerefleksikan pemenuhan kerja pribadi pemilik pada barang dan jasa perusahaan

    Menurut Peggy Lambing dan Charles L. Kuehl, mengemukakan keuntungan dan kerugian berwirausaha, sebagai berikut:

a. Otonomi. Pengelolaan yang bebas dan tidak terikat, membuat wirausaha menjadi seorang “bos” yang penuh kepuasan. 

b. Tantangan awal dan perasaan motif berprestasi. Tantangan awal atau perasaan bermotivasi yang tinggi merupakan hal yang menggembirakan. Peluang untuk mengembangkan konsep usaha yang dapat menghasilkan keuntungan sangat memotivasi wirausaha.

c. Kontrol finansial. Bebas dalam mengelola keuangan, dan merasa kekayaan sebagai milik sendiri. 

Dari kajian diatas, dapat saya kemukakan keuntungan menjadi seorang wirausahawan yakni :

  1. Dapat menjadi seorang pemimpin yang dimana seorang pemimpin tentunya mempunyai bawahan.
  2. Dapat membuka lowongan pekerjaan kepada mereka yang belum mempunyai pekerjaan. Sebagaimana telah kita rasakan bahwasanya dijaman sekarang susah untuk mencari pekerjaan.
  3. Dapat mewujudkan ide serta gagasan. Ide dan gagasan adalah ciri dari seseorang yang memiliki watak kreatif.
  4. Memiliki pendapatan yang teratur dan tidak terbatas.
  5. Bisa merancang masa depan sendiri. Impian dan rancangan masa  depan seorangwirausaha dibangun atas keinginan dari  si Wirausaha sendiri. Impian harapan  dancita-cita yang diinginkan menjadi dorongan dalam melaksanakan usaha. Wirausaha dapat   lebih   produktif   dengan   menyandarkan   impian   sebagai   dorongan   untuk berwirausaha.

C. Kerugian Wirausaha

    


Selain dari keuggulan dan keuntungan yang dapat dirasakan dari kegiatan Wirausaha,terdapat   pula   beberapa   kerugian   dari   kegiatan   wirausaha.   Ditjen   Dikti   (2013:18) mengemukakan   beberapa   hal   yang   menjadi   kerugiaan   dalam   melaksanakan   kegiatan Wirausaha, yakni:

  1. Pengorbanan   personal.   Pada   awalnya   wirausaha   harus   bekerja   pada   waktuyang   lama   dan   sibuk.   Sedikit   sekali   waktu   untuk   kepentingan   keluarga,rekreasi.   Hampir   semua   waktu   dihabiskan   untuk   kegiatan   bisnis.   Kegiatanusaha yang melibatkan waktu dijadwal istirahat dan diluar jam bekerja yangbiasa digunakan orang-orang bekerja. Seorang wirausaha harus mencurahkan segenap waktu, kapan saja untuk menangani urusan bisnis yang dilakoninya,dan mereka harus siap diwaktu kapanpun.
  2. Beban tanggung jawab. Wirausaha harus mengelola semua fungsi bisnis, baikpemasaran, keuangan, personil maupun pengadaan dan pelatihan. Pemikiranharus senantiasa dicurahkan oleh wirausaha. Semua tanggung jawab persoalan terkait dengan urusan bisnisnya dicurahkan kepada wirausaha sendiri. Tidak jarang menimbulkan tingkat tekanan yang tinggi. Terutama jika telah terkatit dengan urusan hukum dan keuangan. Hal ini yang sering membuat wirausaha menjadi prustasi.
  3. Kecilnya   margin   keuntungan   dan   kemungkinan   gagal.   Karena   wirausaha menggunakan keuangan yang kecil dan keuangan milik sendiri, maka margin laba/keuntungan yang diperoleh akan relatif kecil dan kemungkinan gagal juga ada.  Tuntutan   kebutuhan   dan pengeluaran   yang   ada   harus   diutamakan   oleh wirausaha.   Tak   jarang   mengorbankan   keuangan   pribadi.   Kemudian kemungkinan gagal selalu membayangi usaha yang dilakukan. Resiko gagal tidak dapat dipisahkan dari urat nadi kegiatan Wirausaha.

Adapun menurut Suparyanto, kerugian menjadi wirausaha, sebagai berikut:

  1. Jam kerja panjang dan tidak pasti. Salah satu kerugian yang dapat dialami oleh wirausaha adalah harus bekerja di perusahaan seendiri dengan jam kerja panjang. Pada saat sebagian besar besar orang telah tidur lelap di malam hari, seorang wirausaha kadang masih harus bergelut dengan aktivitasnya. Hal ini semata-mata dilakukan agar pada keesokan harinya dapat berbisnis dengan mitranya atau melayani para pelanggan dengan baik. 
  2. Pendapatan tidak stabil. Pada umumnya karyawan akan mendapatkan gaji secara rutin dengan jumlah yang relatif pasti. Jumlah uang yang akan diterima dan jadwal penerimaannya relative sudah diketahui sebelumnya. Berbeda dengan seorang wirausaha karena akan memperoleh pendapatan yang berbeda dari waktu ke waktu. 
  3. Menanggung risiko. Keberhasilan dan kegagalan perusahaan sangat dipengaruhi oleh seorang wirausaha. Jika wirausaha sebagai pemilik yang juga sebagai direktur perusahaan mengambil keputusan yang tidak tepat dapat berakibat kerugian bagi perusahaan tersebut. 
  4. Belajar tidak ada akhir. Seorang wirausaha dituntut untuk mendapatkan profit, dan mempertahankan kesinambungan usaha. Hal ini juga yang mendorongnya untuk terus mencari strategi jitu yang dapat diterapkan di perusahaannya. Strategi jitu tidak datang sendirinya melainkan harus digaki melalui proses belajar.

D. Kesimpulan 

    Wirausaha adalah sesorang yang memiliki kemampuan atau bakat terkait pemasaran sebuah produk, yang dimana dari produk tersebut nantinya memperoleh modal. Dalam kegiatan berwirausaha banyak sekali keuntungan yang akan didapat, sebagaimana telah dikemukakan pada bagian konsep dasar kewirausahaan bahwa seorang wirausaha dapat berperan sebagai penyelamat bisnis negara atau menjadi orang yang dapat memberikan peluang pekerjaan kepada orang lain. Jika dikaitkan dengan kajian potensi diri dan bakat serta minat seseorang maka keuntungan dalam berwirausaha adalah sebagai sarana dalam mengaktualisasikan kemampuan diri untuk mendapatkan kepuasan dan rasa penghargaan kepada diri sendiri tanpa tekanan dari orang lain dalam melakukan suatu pekerjaan.

    Selain dari keuggulan dan keuntungan yang dapat dirasakan dari kegiatan Wirausaha, terdapat   pula  beberapa   kerugian   dari   kegiatan   wirausaha. Seorang wirausaha harus mencurahkan segenap waktu, kapan saja untuk menangani urusan bisnis yang dilakoninya,dan mereka harus siap diwaktu kapanpun. Wirausaha harus mengelola semua fungsi bisnis, baikpemasaran, keuangan, personil maupun pengadaan dan pelatihan. Karena   wirausaha menggunakan keuangan yang kecil dan keuangan milik sendiri, maka laba/keuntungan yang diperoleh akan relatif kecil dan kemungkinan gagal juga ada.


Sumber : 

II BAB, and PEMBAHASAN UMUM. "A. Wirausaha 1. Pengertian Wirausaha."

Nurhaifa Idris, Nurhaifa. "Wirausaha dan Kewirausahaan." Wirausaha dan Kewirausahaan 2.2 (2022): 95-101.

https://www.studocu.com/id/u/25416756?sid=01697803794
https://id.scribd.com/document/486470032/KEUNTUNGAN-DAN-KERUGIAN-DALAM-BERWIRAUSAHAAN


Nama : Khusnul Fauziah

NIM : 210101150

Mata Kuliah : Kewirausahaan

Dosen Pengampu : Ferry Haryadi, M.Pd.








Jumat, 10 Maret 2023

SISTEM PENGELOLAAN PAI



 PENGEMBANGAN SISTEM PENGELOLAAN PAI

Assalamu'aaikum Wr. Wbr. 

Kali ini saya akan menjelaskan secara singkat tentang pengembangan sisitem pengelolaan PAI dan Evaluasi Pengembangan Media Pembelajaran. 

Pengertian Pengembangan

Sebelumnya apasih itu pengembangan? 

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2002, 538) pengembangan artinya proses, cara, perbuatan mengembangkan. Dengan demikian konsep pengembangan adalah rancangan mengembangkan sesuatu yang sudah ada dalam rangka meningkatkan kualitas lebih maju.

Sedangkan sistem adalah suatu kesatuan yang terdiri atas komponen atau elemen yang dihubungkan bersama untuk memudahkan aliran informasi, materi, atau energi untuk mencapai suatu tujuan. Istilah ini sering digunakan untuk menggambarkan suatu set entitas yang berinteraksi, di mana suatu model matematika sering kali bisa dibuat. 

Dalam kamus Bahasa Indonesia lengkap disebutkan bahwa pengelolaan adalah proses atau cara perbuatan mengelola atau proses melakukan kegiatan tertentu dengan menggerakkan tenaga orang lain, proses yang membantu merumuskan kebijaksanaan dan tujuan organisasi atau proses yang memberikan pengawasan pada semua hal.

Menurut para ahli yiatu: Handoko, (1997:8) pengelolaan adalah proses yang membantu merumuskan suatu kebijakan dan tujuan organisasi atau proses yang memberikan pengawasan pada suatu yang terlibat dalam pelaksanaan dan pencapaian tujuan.

EVALUASI PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN

Pengertian Evaluasi
Evaluasi merupakan saduran dari bahasa Inggris "evaluation" yang diartikan sebagai penaksiran atau penilaian. Nurkancana menyatakan bahwa evaluasi adalah kegiatan yang dilakukan berkenaan dengan proses untuk menentukan nilai dari suatu hal.

Evaluasi adalah suatu proses untuk menyediakan informasi tentang sejauh mana suatu kegiatan tertentu telah dicapai, bagaimana perbedaan pencapaian itu dengan suatu standar tertentu untuk mengetahui apakah ada selisih di antara keduanya.

Evaluasi Pembelajaran adalah suatu proses menentukan tingkat pencapaian tujuan pembelajaran yang telah ditentukan sebelumnya melalui cara yang sistematis.

Tujuan Evaluasi

Tujuan evaluasi dan fungsi evaluasi, evaluasi adalah suatu proses identifikasi untuk mengukur/ menilai apakah suatu kegiatan atau program yang dilaksanakan sesuai dengan perencanaan atau tujuan yang ingin dicapai.

Manfaat Evaluasi

Adapun sebuah manfaat terlaksananya evaluasi diantaranya yaitu : Mendapatkan sebuah pemahaman yang lebih baik dari hasil pembelajaran yang sudah terlaksana, Menjadikan salah satu keputusan tentang pelaksanaan maupun hasil pembelajaran, memberikan kualitas yang bagus bagi proses pembelajaran kedepannya.

Dibawah ini terdapat salah satu contoh dari evaluasi pembelajaran menggunakan google form. Evaluasi kali ini yaitu pada mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam. 

Demikian penjelasan mengenai pengembangan sistem pengelolaan PAI dan Evaluasi Pengembangan Media Pembelajaran. Apabila ada salah kata penulis minta maaf dan kepada Allah mohon ampun. 
Wassalamu'alaikum Wr. Wbr.

Nama : Khusnul Fauziah
NIM : 210101150
Semester : IV
Prodi : Pendidikan Agama Islam
MK : Pengembangan Media Pembelajaran PAI
Dosen Pengampu : Ferry Heryadi, M. Pd. 

Institut Agama Islam Al-Qur'an Al-Ittifawiah Indralaya, Ogan Ilir, Sumsel. 

Sumber:

Selasa, 15 Februari 2022

Efektivitas Teknologi dalam Tujuan Pendidikan

 Apa itu efektivitas? 

    Menurut Mardiasmo (2017: 134) Efektivitas adalah ukuran berhasil tidaknya pencapaian tujuan suatu organisasi mencapai tujuannya. Apabila suatu organisasi mencapai tujuan maka organisasi tersebut telah berjalan dengan efektif.

Apa itu efektivitas pendidikan?

      Pendidikan yang efektif adalah suatu proses pendidikan yang memungkinkan peserta didik untuk dapat belajar dengan mudah, menyenangkan dan dapat tercapai tujuan sesuai dengan yang diharapkan. 

         Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi semakin pesat di era globalisasi saat ini. Teknologi informasi dan komunikasi telah membawa perubahan dalam berbagai aspek kehidupan manusia,termasuk dalam bidang pendidikan. Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi telah banyak membantu dan mempermudah aktifitas dalam pelaksanaan pendidikan, baik bagi para pendidik, peserta didik maupun penyelenggara pendidikan. Hal ini didukung dengan munculnya berbagai produk teknologi yang dapat digunakan sebagai media dan sumber pembelajaran.


        Kurikulum Pendidikan Agama Islam juga telah menekankan pentingnya penggunaan teknologi dalam proses pembelajaran. Teknologi diperlukan dalam mewujudkan kreativitas dan keterampilan peserta didik serta untuk mendapatkan informasi terbaru dalam rangka mencari gagasan untuk perancangan dan pembuatan benda-benda keterampilan sebagai wujud dari kreativitas peserta didik.

        Penggunaan teknologi informasi dan komunikasi dalam pembelajaran sangat tergantung kepada kesediaan guru untuk menggunakannya dalam program pembelajaran serta kemampuan guru dalam menggunakan teknologi tersebut sebagai media dan sumber pembelajaran yang efektif. Oleh karena itu, setiap guru harus senantiasa bersedia untuk menghadapi tantangan teknologi informasidan komunikasi yang semakin maju dan mempunyai komitmen untuk senantiasa menggunakan teknologi informasi dan komunikasi dalam pembelajaran. 


Sumber :

https://smkn1-pkp.sch.id/blog/opini-teknologi-pendidikan-dan-efektivitas-pembelajaran/

Jangan lupa subscribe ya! 

https://youtube.com/channel/UCId__UHI0mvh3-2U9y4MlPA

Sabtu, 12 Februari 2022

Teknologi Pendidikan

 Halo, assalamu'alaikum teman-teman. Apa kabar? Semoga harimu menyenangkan. Sebelumnya perkenalkan nama saya Khusnul Fauziah, mahasiswi semester 2 dari prodi Pendidikan Agama Islam, Institut Agama Islam Al-Qur'an Al-Ittifaqiah Indralaya, Sumatera Selatan. 







KEWIRAUSAHAAN A. Pengertian Kewirausahaa 1. Pengertian Wiraswasta Wiraswasta berasal dari bahasa Sansekerta, terdiri dari tiga suku kata : “...